![]() |
Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak menyoalkan kehadiran warung makan yang terus buka di Jakarta sepanjang Ramadan. Ahok menyampaikan, beribadah puasa yang bakal mulai digerakkan umat Islam mulai keesokan hari semestinya tak merubah saat operasional warung makan sepanjang sebulan ke depan.
" Rumah makan buka saja, cuma ditutupin demikian. Mengapa anda memaksa orang yg tidak puasa untuk turut puasa? " kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/6).
Pengucapan Ahok itu sesungguhnya sesuai sama ketentuan pembatasan jam operasional beberapa tempat hiburan yang sudah dikeluarkan Dinas Pariwisata DKI Jakarta mendekati Ramadan th. ini.
Berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata serta Kebudayaan DKI Jakarta Nomer 34/SE/2015 perihal Penyelenggaraan Industri Pariwisata pada Bln. Suci Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri 1436 H, tempat hiburan yang perlu ditutup sepanjang bln. puasa yaitu club malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, permainan mesin type bola ketangkasan, dan usaha bar yang berdiri dengan sendiri serta yang menempel pada club malam, diskotek, mandi uap, griya pijat, serta bola ketangkasan.
Tempat hiburan yang jam operasionalnya diizinkan buka mulai jam 20. 30 serta tutup pada 01. 30 WIB yaitu tempat karaoke, live music, serta bola sodok sebagai sarana ditempat karaoke serta live music.
Pemerintah Jakarta juga mengizinkan tempat hiburan yang terus buka sepanjang Ramadan yaitu usaha akomodasi sejenis hotel, motel, losmen, resort, penginapan remaja, tempat tinggal wisata, caravan, pondok wisata serta wisma, usaha penyediaan makan serta minum seperti restoran, pusat jajan, layanan boga serta bakeri.
" Pada umumnya tak ada larangan warung makan buka waktu Ramadan th. ini, " tutur Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Purba Hutapea.
Tidak sama dengan penerimaannya pada rumah makan yang terus buka sepanjang Ramadan, Ahok melihat proses ritual sahur on the road (SOTR) yang sering dikerjakan waktu Ramadan malah butuh dipantau dengan lebih ketat mulai th. ini.
Bekas Bupati Belitung Timur itu menyampaikan, pengawasan pada penyelenggaraan SOTR dibutuhkan supaya tak ada pelanggaran hukum yang berlangsung waktu acara itu dikerjakan oleh anak-anak muda di ibu kota.
" Intinya kami tidak ingin ada satu contoh teladan yang salah. SOTR dari tujuannya bagus namun jadi tempat ngumpul-ngumpul, nyampah semua jenis, ya tak usai dong. Buat apa puasa bila buang sampah asal-asalan? " kata Ahok.

0 komentar:
Posting Komentar