Bank Sampah Merubah Limbah Jadi Rupiah


Jakarta - Untuk beberapa orang, sampah masih tetap dilihat juga sebagai barang tidak bermanfaat. Orang-orang juga berkesan tidak ingin ribet dengan limbah yang mereka hasilkan. Ketidakpedulian itu makin jadi pada saat mereka dengan santainya buang sampah asal-asalan. Kampanye untuk mendaur lagi sampah pada akhirnya cuma dikira pepesan kosong belaka. 

Sampah sekarang ini jadi salah satu permasalahan yang perlu dihadapi Pemprov DKI Jakarta. Berdasar pada data dari PT Godang Tua Jaya sebagai pengelola Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu Bantargebang, menambahkan volume sampah warga DKI Jakarta pada th. lantas, cuma 5. 300 ton /hari, bertambah th. ini rata-rata meraih 6. 000 ton /hari. 

Angka itu semestinya dapat jadi renungan bagaimanakah pengelolaan sampah masih tetap sangatlah minim di tingkat orang-orang. Walau sebenarnya, bila dapat di proses kembali, sampah bakal jadi barang bernilai. Volume sampah diakui automatis akan menyusut. 

Di dalam sikap acuh tidak acuh itu, nyatanya masih tetap terselip kesadaran untuk memakai sampah. Yaitu warga RW 01, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang dapat menyulap barang rongsokan jadi rupiah melalui bank sampah. 

Warga RW 01 saat ini memikirkan lagi untuk buang sampah rumah tangganya. Mereka lebih pilih mengumpulkannya untuk lalu disetorkan ke bank sampah. Seperti system menabung, warga sebagai nasabah bakal memperoleh duit dari sampah yang disetorkan sesuai sama timbangan. 

Ketua RW 01, Sukartono, menyampaikan bank sampah itu telah jalan sepanjang setahun. Awalnya, ia dari mulai tingkat RT tempatnya tinggal. Responnya juga di rasa cukup baik. Sesudah enam bln., bank sampah diperluas cakupannya jadi satu RW yang terbagi dalam 24 RT. 

 " Sampah dari setiap rumah dikumpulin lewat RT semasing lantas dibawa ke bank sampah. Dikumpulinnya sehari-hari Sabtu atau Minggu. Bila telah ditimbang, kelak warga bisa duit sesuai sama timbangannya. Uangnya masuk buku tabungan. Namun dapat pula mereka segera ngambil, " tutur Sukartono saat didapati SP, Rabu (17/6). 

Bank Sampah Puspa Cindra Kana ini makin hari makin diminati warga. Tiap-tiap akhir minggu, ibu-ibu PKK dari setiap RT tampak menenteng-nenteng karung sampah untuk ditimbang. Walau demikian, tidak seluruhnya sampah dapat di terima. Cuma sebagian type sampah yang di terima yaitu botol plastik serta gelas, tutup botol, kardus, serta kertas koran. 

Masuk bln. Ramadan, semangat warga RW 01 untuk menghimpun sampah di pastikan berlipat. Pasalnya, duit yang mereka kumpulkan dari hasil setoran ke bank sampah dapat ditukarkan jadi daging. Program ini di buat spesial untuk menyongsong Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. 

 " Daging memanglah spesial kita untuk buat peristiwa lebaran. Kita bisa suplai dari sponsor yang harga nya dibawah market. Lantaran warga perlu daging buat masak saat lebaran kelak. Bila di luaran, harga nya selangit, " tandasnya. 

Ada empat type daging yang disiapkan yakni daging kelapa dengan harga Rp 125. 000/kg, daging sengkel (Rp 120. 000), daging iga (Rp 115. 000/kg), serta hati sapi (Rp 85. 000/kg). Warga juga diringankan untuk membelinya lantaran dapat membayar 2 x, saat sebelum lebaran 80 % dari harga daging sesaat bekasnya sesudah lebaran. 

Ketua RT 009/01, Sulwadi, mengakui warganya sangatlah ketertarikan dengan program itu. Mereka terasa terbantu lantaran dapat memperoleh harga daging yang lebih murah. 

 " Ibu-ibu di lingkungan sini jadi semangat ngumpulin sampah. Dahulu saat sebelum ada bank sampah mereka cuek saja. Namun saat ini, bila saksikan gelas plastik di jalan saja pasti di ambil, " tuturnya. 

Hadirnya bank sampah, lanjut Sulwadi, di rasa memberi efek cukup baik pada lingkungan. Semangat warga untuk menghimpun sampah turut menolong membebaskan lingkungan dari sampah berantakan. 

 " Saat ini juga di taruh tempat sampah organik serta anorganik di tiap-tiap RT. Kita mengharapkan warga dapat lebih perduli dengan sampah. Syukur-syukur dapat bisa pemasukan dari situ, " ujarnya. 

Bank Sampah memanglah jadi salah satu program dari Pemprov DKI mulai sejak satu tahun lebih lantas. Tetapi, tidak seluruhnya lokasi dapat mengeksekusinya dengan baik. Menumbuhkan kesadaran warga untuk memakai sampah memanglah mesti dikerjakan pelan-pelan. 

Hal semacam itu juga dirasa Sukartono serta Sulwadi. Mereka perlu saat lebih untuk memberikan keyakinan warga ingin berperan melalui bank sampah. Saat ini, warga RW 01 tinggal nikmati akhirnya. Ada support dari perusahaan otomotif terkenal bikin bank sampah mereka selalu mengambil langkah maju.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar