![]() |
Dalam Shahih Bukhari, ada 80 hadits yang mengulas permasalahan kesehatan pribadi Rasulullah. Belum lagi yang dibicarakan pada kitab Shahih yang lain seperti Shahih Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, serta Shahih Ahmad. Rasulullah dalam kehidupannya sangatlah perduli pada kesehatan, baik kesehatan dianya ataupun kesehatan pada umatnya. Ajarannya pada segi kesehatan mengutamakan pada pola pencegahan dari pada penyembuhan.
Ada dua gaya hidup sehat yang menonjol serta relevan dengan disiplin pengetahuan kesehatan orang-orang yaitu kesehatan individu serta permasalahan penyusunan gizi kesehatan. Pada segi kesehatan individu, Rasulullah selalu melindungi kebersihan dianya seperti rajin memotong kuku,
membersihkan serta memotong rambut dan menggosok-gosok gigi. Aktivitas memotong kuku serta rambut dikerjakan sehari-hari kamis atau hari jumat tiap-tiap pekan
Hal yang lain berkenaan dengan kesehatan individu Rasulullah yaitu membatasi makanan di dalam perut. Rasulullah menyarankan umatnya supaya sediakan ruangan didalam perut untuk tiga hal yaitu hawa, air serta makanan. Ketiganya mesti di isi dengan cara seimbang semasing seputar sepertiga isi perut. Seperti Sabda Rasul : “Kami yaitu suatu golongan yg tidak makan saat sebelum lapar apabila kami makan tak terlampau banyak (tak hingga kekenyangan) ”.
Pada segi ingindalian gizi, Rasulullah senantiasa melindungi makanan yang dikonsumsinya. Dalam kehidupannya Rasulullah sering konsumsi kurma baik kurma kering ataupun kurma basah. Saran konsumsi kurma sekian kali dijelaskan dalam Al-Quran, seperti pada Surat Ar-Ra’du : 4, “Dan di bumi ini ada bagian-bagian yang berdampingan, serta kebun-kebun anggur, tanam-tanaman serta pohon kurma yang bercabang serta tak bercabang,
disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan beberapa tanam-tanaman diatas beberapa yang lain perihal terasa. Sebenarnya pada yang sekian itu ada sinyal tanda (kebesaran Allah) untuk golongan yang berpikir” serta Surat Qaaf : 10, “Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang memiliki mayang yang bersusun-susun. ”
Menyangkut keajaiban kurma, Rasulullah bersabda seperti diriwayatkan abu Daud serta Tirmidzi. Dari Anas r. a., “Rasulullah SAW. berbuka puasa saat sebelum shalat dengan mengonsumsi kurma fresh, bila tak ada jadi dengan kurma kering, serta bila tak ada beliau meminum sebagian teguk air. ”
Apabila dikerjakan penimbangan atas tujuh buah kurma (100 gr) yang diserukan dalam hadis,
nyatanya didalamnya memiliki kandungan gula (75, 00 gr), air (22, 50 gr), protein (2, 50 gr), lemak (2, 50 gr), serat selullosa (4, 00 gr) dan vitamin A, B-1 serta B-2. Tengah kandungan mineral pada tujuh kurma semasing : Potasium (79 miligram), Tembaga (21 miligram), Belerang (65 miligram), Besi (5 miligram), Magnesium (65 miligram), Mangan (2 miligram), Kalsium (65 miligram) serta Fosfor (72 gr). Intinya, 100 gr (7 kurma) bisa memberi kian lebih 350 daya untuk badan manusia.
Beberapa pakar kesehatan juga setuju mengungkap ada asam amino pada kurma, seperti glutathione juga sebagai anti-oksidan. Sesudah di teliti dengan cara ilmiah, kurma mempunyai seluruhnya unsur makanan pokok yang diperlukan oleh badan seperti protein, mineral, gula serta vitamin.
Seseorang dokter muslim bernama Muhammad An_nasami dalam bukunya “Ath-Thibb an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadis” (Penyembuhan Ala Nabi serta Pengetahuan Moderen) menyampaikan dengan cara kedokteran, wanita hamil yang bakal melahirkan itu sangatlah memerlukan makanan serta minuman yang kaya unsur gula, hal semacam ini lantaran banyak kontraksi otot-otot rahim saat bakal keluarkan jabang bayi, ditambah lagi jika hal semacam itu memerlukan saat yang lama.
Kandungan gula serta vitamin B1 sangatlah menolong untuk mengontrol laju gerak rahim serta menaikkan saat sistolennya (kontraksi jantung saat darah dipompa ke pembuluh nadi). Serta ke-2 unsur itu kaya akan dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangatlah gampang untuk diolah dengan cepat oleh badan.
Pola Hidup
Gaya hidup sehat ala Rasulullah berpusat pada ingindalian gizi/makanan. Makanan yang masuk ke mulut Rasulullah terseleksi dengan cara ketat, baik kehalalannya ataupun kebaikannya. Ukuran kehalalan menyangkut langkah memperolehnya dengan cara halal (legal) serta terkait dengan masalah akhirat. Sedang kebaikan (thayyib) terkait dengan masalah duniawi berbentuk makanan yang bergizi untuk dikonsumsi. Makanan yang sering dikonsumsi Rasul yaitu madu untuk bersihkan pencernaan. Seperti hadits Nabi, “Hendaknya kalian memakai dua jenis obat, yaitu madu serta Al Quran” (HR Ibnu Majah serta Hakim).
Gaya hidup sehat yang lain ala Rasulullah yaitu berhenti makan saat sebelum kenyang serta tak makan saat sebelum lapar. Rasulullah sangatlah perduli atas kandungan perut yang terdiri atas zat padat, zat cair serta zat gas. Hadis nabi berbunyi, ”Anak Adam tak memenuhkan satu tempat yang lebih buruk dari perutnya. Cukup untuk mereka sebagian suap yang bisa menggunakan badannya.
Bila tak diketemukan jalan lain, jadi (ia bisa isi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, serta sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah serta Ibnu Hibban).
Mengatur pola tidur yaitu kunci hidup sehat ala Rasulullah yaitu cepat tidur malam hari serta cepat bangun pada dinihari. Umumnya Rasulullah tidur selepas Shalat Isya untuk lalu bangun paa sepertiga malam untuk shalat lail.
Lamanya saat tidur tak melebihi keperluan, demikian juga ketika mau tidur tak menahannya. Langkah tidur Rasulullah memiringkan badan kearah kanan sembari berzikir sampai matanya merasa berat serta pada akhirnya tertidur. Terkadang tubuh Rasulullah dimiringkan ke kiri sebentar, lantas kembali miring ke samping kanan. Jenis tidur seperti ini sangatlah baik untuk kesehatan lantaran adalah posisi yang cocok dengan lambung hingga makanan mengendap dengan cara seimbang.
Saat berpindah ke samping kiri sebentar jadi sistem pencernaan makanan lebih cepat lantaran lambung mengarah ke lever, baru lalu berbalik lagi ke kanan sampai akhir tidur supaya makanan lebih cepat tersuplai dari lambung (Al Jauziyyah 2004). Saat bangun tidur, Rasulullah segera bersiwak (sikat gigi), lantas berwudhu serta shalat.
Tuntutan Rasulullah dalam gaya hidup sehat yaitu kesukaannya menggerakkan puasa sunnah di luar bln. Ramadhan. Sebagian puasa sunnah yang disarankan oleh Rasulullah yaitu puasapaa hari senin serta kamis, puasa enam bln. pada bln. Syawal, dsb. Berpuasa yaitu tameng simpel serta efisien untuk diri pribadi supaya terlepas dari beragam jenis penyakit jasmani serta rohani. Pada segi kesehatan jasmani, berpuasa bisa melindungi organ badan serta stamina badan supaya terus tambah energi dan fasilitas pembersihan toksin (detoksifikasi) dengan cara keseluruhan pada badan.
Gaya hidup Rasulullah yang berkenaan dengan kesehatan, beberapa besar berbentuk preventif. Karenanya, saran bersuci, berkhitan, serta senyum seluruhnya bertendensi pada kesehatan individu yang bermuara beberapa umat Muslim yang sehat jasmani serta rohani.

0 komentar:
Posting Komentar