telah kah kita bersukur hari ini?


Saya rasa judul tulisan saya di atas telah kerap kita saksikan serta kita jumpai sehari-hati. 

Apakah kita telah bersukur dengan apa yang kita punyai saat ini? 

Saya ini pengila smartphone, bila ada keluaran baru atau lebih mutakhir dari ponsel yang saya gunakan, saya bakal minta ubah namun dengan catatan besar2 n tebel ditempal dijidat saya dari suami (mesti yang harga nya miring atau disc. gede, segede tubuh saya tuturnya) halah orang saya kurus gini koq disebut gede wkwkwk namun ngelihatnya dari monas hheheh. 

karena sangat gilanya saya sama smartphone sampai2 bangun tidur bukannya berdoa serta tengok samping saya dahulu (tujuannya mastiin apakah masih tetap sehat) jadi turun tempat tidur segera mencari ponsel, pup bawa ponsel, nonton tv (tuturnya) namun mata tertuju ke ponsel bahkan juga makan juga pegang ponsel, hingga disuatu hari suami dah gerah kali ya ngelihat tingkah laku si neng dodol ini " ech dimarahin lah saya tak bisa pegang ponsel sembari makan atau tidak buang hingga ancur n pakek saja ponsel jadul " ‪#‎waduhsadis namun saya pikir dari pada dibuang walapun suami2 saya juga yg beliin mending berhenti dari pada gunakan ponsel jadul serta tentu agar irit duit. 

yang paling saya syukuri sepanjang hidup sama suami, banyak pelajaran hidup yg kami lewati ber2 hingga pada titik di mana kami bakal naik 1 tangga kehidupan badai itu menimpa hingga kami memikirkan tidak dapat melewatinya serta mau menyerah namun TUHAN memperkuat kami serta TUHAN juga yang senantiasa mengikuti kami hingga pada titik saat ini yang kami yakinin, kami selalu naik bukanlah turun serta selalu jadi kepala bukanlah ekor lantaran dalam situasi apa pun kami berdua bersukur. 

thank' to my sugoi serta ponsel ku senantiasa lebih keren serta lebih mutakhir dari yang dia mempunyai. bukanlah lantaran kami tak dapat beli yang sama namun dia ini lebih kesifat sederhananya. 

pernah sekalinya ponsel dia lebih mutakhir itu juga hilang cocok th. baru tempo hari. saya terkadang memikirkan mengapa dia ingin gunakan ponsel yang menurut saya standard saja yang cuma dapat searching cepat serta seadanya walau sebenarnya upah nya jauh semakin besar dari upah saya, jabatan dia lebih tinggi dari jabatan saya dikantor yang cuma seseorang admin namun itu lah suami saya lebih mendepankan kesederhanaan serta kebaikan dalam kehidupan. 

thank's to my sugoi telah banyak mengajari makna hidup dalam kebaikan serta dekat dengan pencipta, saya tetep menyukuri hidup sm anda walapun terkadang lho karakter mu tu ngekiin n ngeselin pingin ku kepruk gunakan ulekkan bila kumat karakter buruk mu tu. 

mari kita mulai belajar bersukur dlm situasi apa pun serta apa yg kita punyai saat ini walapun rumput tetangga tambah lebih hijau. 

yakin lah hidup kita selalu naik bukanlah turun, selalu jadi kepala bukanlah ekor serta pada akhirnya bakal jadi pemenang saat sebelum TUHAN berkata waktunya kita pulang. 

— bersukur.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar