Melalui Pilkada Serentak, Indonesia Terancam Dijajah Cina


Selasa, 6 Ramadhan 1436 H/23 Juni 2015 16 : 00 wib 
JAKARTA (voa-islam. com) - •Pengamat politik Sri Bintang Terakhir menengarai ada tanda-tanda penguasaan etnis Cina dalam agenda penentuan umum kepala daerah (Pilkada) serentak di Indonesia. 

•Sri Bintang Terakhir yang masih tetap aktif jadi dosen Kampus Indonesia (UI) ini menilainya agenda pilkada serentak sudah disusupi oleh calon-calon kepala daerah asal etnis Cina. Karena penyelenggaraannya bakal berbentuk serentak di semua Indonesia, Sri Bintang katakan, bakal susah untuk dikoreksi. 

•“Masyarakat saat ini tak mengerti bahwa grup ini (Cina) ingin lakukan rekayasa seperti itu (penguasaan politik), ” ia menuturkan, “Jokowi yaitu sisi dari rekayasa ini, bahkan juga rekayasa ini telah nampak saat sebelum th. 1965. ” 

•Ia juga mengira bahwa grup Cina perantauan di Indonesia ikut serta dalam agenda kuasai Indonesia dengan cara politik. 

•“Peristiwa anti-Cina yang pecah di Cirebon melebar ke semua Jawa Barat serta Bandung pada Mei th. 1963 jadi katalisator balas dendam Cina perantauan pada bangsa Indonesia, ” sebutnya. 

•Kata Sri Bintang, Cina perantauan ini mempunyai hasrat untuk kuasai Indonesia serta mulai sejak Orde Baru sudah diberikan peluang oleh Soeharto untuk kuasai ekonomi Indonesia. 

•Masyarakat saat ini tak mengerti bahwa grup ini (Cina) ingin lakukan rekayasa seperti itu (penguasaan politik) 

•“Di dunia tak ada penjajah terkecuali kulit putih serta kulit kuning, ” tukas Sri Bintang Terakhir. 

•Pendiri serta Ketua Partai PUDI (Partai Uni Demokrasi Indonesia) ini menyebutkan, Bangsa Indonesia mulai sejak dahulu senantiasa baik pada golongan pendatang. 

•“Pada saat saat sebelum kemerdekaan Indonesia senantiasa terbuka pada Belanda serta Jepang, tetapi selanjutnya ke-2 bangsa itu jadi jadikan Indonesia juga sebagai bangsa jajahan sepanjang 350 th., ” kata dia. 

•Ia memberikan, penguasaan pada Indonesia bakal jadi sangatlah intensif apabila kepala-kepala daerah di isi etnis Cina. 

•“Seperti Singapura, bangsa Melayunya sudah tersingkir, ” sebutnya. 

•Dikatakannya, bahkan juga Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong sendiri dalam pidatonya di Auditorium FISIP UI, Rabu (27/5) menyebutkan bakal ada pertukaran 10 juta pemuda serta pemudi Cina ke Indonesia. 

•“Indonesia bakal jadi tempat imigrasi untuk Cina. Ini bukanlah pertukaran tetapi imigrasi legal, ” paparnya menyesalkan. 

•Ia juga mengecam Pemerintahan Joko-JK yg tidak dapat berbuat apa-apa, walau konglomerat Cina di Indonesia malas membayar pajak hingga Indonesia seakan-akan tertekan meminjam utang pada Cina. Walau sebenarnya, menurut Sri Bintang Terakhir, duit utang itu yaitu dana kompensasi untuk 10 juta imigran Cina. hag/jie/pribuminews 

•Sebarkan info ini, mudah-mudahan jadi amal sholeh kita!
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar