Ternyata Ini Bahayanya Jika Meninggalkan Salat Asar


Salat Asar dengan cara spesial disebutkan dalam Al Qur’an dengan arti shalat wushta. Saat ashar juga dengan cara spesial dijelaskan dalam surat Al Ashr karena di zaman jahiliyah beberapa orang yang menyia-nyiakan saat itu dengan enjoy tanpa ada kemaslahatan. 
Di zaman saat ini, banyak orang yang melalaikan shalat Ashar. Mungkin saja dengan argumen repot kerja, mungkin saja dengan argumen cepat-cepat menemupuh perjalanan, dsb. 
Walau sebenarnya, meninggalkan shalat Ashar dengan berniat yaitu dosa besar yang oleh Rasulullah dijelaskan ancamannya dalam banyak hadits. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam besabda : 
مَن�' تَرَكَ صَلاَةَ ال�'عَص�'رِ فَقَد�' حَبِطَ عَمَلُهُ 
“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, jadi amalnya terhapus” (HR. Al Bukhari serta Muslim) 
مَن�' تَرَكَ صَلاَةَ ال�'عَص�'رِ مُتَعَمِّداً أَح�'بَطَ اللَّهُ عَمَلَهُ 
“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar dengan berniat, pasti Allah meniadakan amalnya” (HR. Ahmad) 
الَّذِى تَفُوتُهُ صَلاَةُ ال�'عَص�'رِ كَأَنَّمَا وُتِرَ أَه�'لَهُ وَمَالَهُ 
“Orang yang kehilangan shalat Ashar, seolah-olah keluarga serta hartanya sudah diambil” (HR. Al Bukhari serta Muslim) 

Ada banyak hadits yang seirama dengan ini. Intinya bermuara pada dua ancaman ini : amalnya terhapus serta seolah-olah ia kehilangan keluarga dan hartanya. 
Saat menuturkan habitha ‘amaluhu, penulis Shahih at Targhib wa at Tarhibmengutip penjelasan Ad Dumairi bahwa maknanya yaitu batalnya pahala orang yang menghalalkan meninggalkan shalat Ashar atau terbiasa meninggalkannya. 
As Sindi menuturkan tujuannya yaitu besarnya dosa meninggalkan shalat Ashar, bukanlah bermakna semua amalnya terhapus. 
  
Ibnu Taimiyah menuturkan bahwa hadits ini tunjukkan besarnya dosa meninggalkan shalat Ashar semakin besar dari meninggalkan shalat yang lain. 
Sedang Ibnu Qayyim Al Jauziyah menuturkan, bila terbiasa meninggalkan shalat Ashar jadi terhapuslah semua amal orang itu. 
Sedang bila ia meninggalkan shalat Ashar sekali, terhapuslah amalnya pada hari itu. 
Kehilangan shalat Ashar dalam hadits ketiga itu dimisalkan seperti kehilangan keluarga serta harta. 

Karena shalat Ashar mempunyai pahala yang sangatlah besar yang nilainya semakin besar dari pada keluarga serta keseluruhnya harta. 
Saat seorang meninggalkan shalat Ashar, ia sudah kehilangan hal yang lebih dari pada keluarga serta semua hartanya. 
Hadits ini semestinya kita maknai juga untuk menunaikan shalat Ashar dimuka saat, berjama’ah untuk laki-laki. 
  
Bila meninggalkan shalat Ashar dosanya sangatlah besar serta seperti kehilangan keluarga, menunda-nunda shalat Ashar seperti seorang yang meletakkan dianya di pinggir jurang dosa. 
Ketika sedikit saja ia lengah, ia terjatuh dalam jurang itu. Wallahu a’lam bish shawab. (muslimahcorner/bersamadakwah)
Share on Google Plus

About Lita Saputri

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: