Merasakan Nyeri di Payudara, Ini Cara Mengatasinya Secara Mandiri


Nyeri payudara umumnya digambarkan dengan rasa sakit di salah satu atau ke-2 payudara, rasa seperti terbakar atau sesak di jaringan payudara pada wanita maupun pria. 

Tanda-tanda ini seringkali berlangsung pada remaja, wanita premenopause serta wanita perimenopause. Walau memanglah Nyeri payudara ini umum serta bisa dikarenakan oleh beragam keadaan seperti ; tanda-tanda kehamilan, pubertas serta keadaan normal yang lain. 

Tetapi nyeri payudara yang berjalan selalu baiknya mesti selekasnya anda periksakan, lantaran mungkin saja adalah sinyal awal dari kista atau tumor. 

dr. Hafid N, Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah. com, menuturkan nyeri pada payudara atau mastalgia adalah keluhan yang kerap dihadapi oleh beberapa wanita, bisa berbentuk rasa sakit, tertusuk, terbakar, atau kencang pada payudara. 

Walau keluhan ini dapat juga dihadapi oleh wanita sesudah menopause, tetapi semakin banyak berlangsung pada wanita yang lebih muda, premenopause, ataupun perimenopause. 
Keluhan ini bisa berlangsung sekian hari sampai minggu dalam satu bulan, umumnya mendekati menstruasi, tetapi dapat pula dirasa selama siklus menstruasi. video kajian wanita muslimah 
Sebagian pemicu nyeri pada payudara diantaranya : 

Fluktuasi hormon reproduksi. Nyeri payudara yang berbentuk siklis (bersiklus) besar kemungkinan mempunyai jalinan kuat dengan siklus menstruasi. Nyeri yang di pengaruhi hormon umumnya menyusut atau bahkan juga hilang sekalipun ketika hamil atau sesudah menopause. 

Susunan anatomi payudara. Nyeri yg tidak berbentuk siklis umumnya dikarenakan oleh banyak hal yang memengaruhi susunan payudara, seperti ada kista, benturan yang mengakibatkan memar, fibroadenoma, kisah operasi payudara pada awal mulanya, atau aspek yang lain yang terbatas pada payudara.  

Masalah organ di luar payudara. Rasa nyeri dapat pula datang dari organ di luar payudara, umpamanya dinding dada, otot dada, sendi, ataupun jantung. Rasa nyeri lalu menebar ke arah payudara hingga dikelirukan dengan nyeri dari payudara tersebut. 

Tidak seimbangan asam lemak. Tidak seimbangan asam lemak di dalam sel bisa memengaruhi sensitivitas jaringan payudara pada hormon yang beredar dalam darah. 

Dampak samping obat. Sebagian obat bisa menyebabkan rasa nyeri pada payudara, seperti antidepresan, serta therapy hormon estrogen serta progesteron. 

Ukuran payudara yang terlampau besar. Keluhan nyeri payudara bisa dibarengi nyeri di daerah leher, pundak, serta punggung. 

Bila keluhan nyeri yang Ibu rasakan memberat waktu mendekati haid serta menyusut sesudahnya, kemungkinan pemicunya yaitu dampak hormon reproduksi. 

Waktu mendekati haid, kelenjar pada payudara juga alami pembesaran juga sebagai akibatnya karena pacuan hormon, hingga kadang-kadang bisa dikelirukan dengan tonjolan. 

Kelenjar itu bakal mengecil paska menstruasi. Oleh karenanya, kontrol payudara dengan cara klinis dianjurkan dikerjakan sekian hari sesudah menstruasi untuk hindari kekeliruan interpretasi. 

Sebagian langkah yang bisa dikerjakan dengan cara mandiri untuk kurangi nyeri diantaranya : 
Mengompres sisi yang nyeri dengan kompres panas atau dingin. 
Memakai bra dengan ukuran yang sesuai sama serta penopang yang baik. 

Memakai bra untuk berolahraga waktu olahraga. 
Mengkonsumsi obat antinyeri yang di jual bebas, seperti asetaminofen atau ibuprofen. Tetapi baiknya tanyakan dengan dokter berapakah lama serta berapakah banyak Ibu bisa konsumsi obat-obatan itu. 
Bila keluhan nyeri masih tetap menetap pada bln. selanjutnya, atau memberat, atau bila keluhan rasakan tonjolan masih tetap dirasa sesudah siklus menstruasi, jadi kami anjurkan Ibu meminta kontrol lagi oleh dokter untuk tahu pemicu nyeri itu. 
Mudah-mudahan berguna.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar